Jumat, 31 Mei 2013

BULAN SYA'BAN

BAHASA INDONESIA 2#

AMALAN DI BULAN SYA'BAN




Bulan Sya’ban adalah bulan latihan, pembinaan dan persiapan diri agar menjadi orang yang sukses beramal shalih di bulan Ramadhan. Untuk mengisi bulan Sya’ban dan sekaligus sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, ada beberapa hal yang selayaknya dikerjakan oleh setiap muslim.
a. Persiapan iman, meliputi:
  • Segera bertaubat dari semua dosa dengan menyesali dosa-dosa yang telah lalu, meninggalkan perbuatan dosa tersebut saat ini juga, dan bertekad bulat untuk tidak akan mengulanginya kembali pada masa yang akan datang.
  • Memperbanyak doa agar diberi umur panjang sehingga bisa menjumpai bulan Ramadhan.
  • Memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban agar terbiasa secara jasmani dan rohani. Ada beberapa cara puasa sunah yang dianjurkan di bulan Sya’ban, yaitu: Puasa Senin-Kamis setiap pekan ditambah puasa ayyamul bidh (tanggal 13,14  dan 15 Sya’ban), atau puasa Daud, atau puasa lebih bayak dari itu dari tanggal 1-28 Sya’ban.
  • Mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an dengan cara membaca lebih dari satu juz per hari, ditambah membaca buku-buku tafsir dan melakukan tadabbur Al-Qur’an.
  • Meresapi kelezatan shalat malam dengan melakukan minimal dua rakaat tahajud dan satu rekaat witir di akhir malam.
  • Meresapi kelezatan dzikir dengan menjaga dzikir setelah shalat, dzikir pagi dan petang, dan dzikir-dzikir rutin lainnya.
b. Persiapan Ilmu, meliputi:
  • Mempelajari hukum-hukum fiqih puasa Ramadhan secara lengkap, minimal dengan membaca  bab puasa dalam (terjemahan) kitab Minhajul Muslim (syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi) atau Fiqih Sunnah (syaikh Sayid Sabiq) atau Shahih Fiqih Sunnah (Syaikh Abu Malik Kamal bin As-Sayid Salim) atau pedoman puasa (Tengku Moh. Hasbi Ash-Shidiqi) atau buku lainnya.
  • Mempelajari rahasia-rahasia, hikmah-hikmah, dan amalan-amalan yang dianjurkan atau harus dilaksanakan di bulan Ramadhan, dengan membaca buku-buku yang membahas hal itu. Misal (terjemahan) Mukhtashar Minhjaul Qashidin (Ibnu Qudamah Al-Maqdisi) atau Mau’izhatul Mu’minin (Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi) atau buku-buku dan artikel-artikel para ulama lainnya.
  • Mempelajari tafsir ayat-ayat hukum yang berkenaan dengan puasa, misalnya dengan membaca (terjemahan) Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (Ibnu Katsir), atau Tafsir Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an (Al-Qurthubi), atau Tafsir Adhwa-ul Bayan (Asy-Syinqithi).
  • Mempelajari buku-buku akhlak yang membantu menyiapkan jiwa untuk menyambut bulan Ramadhan.
  • Mendengar ceramah-ceramah para ustadz/ulama yang membahas persiapan menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan.
  • Mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an sebagai persiapan bacaan dalam shalat Tarawih, baik bagi calon imam maupun orang yang shalat tarawih sendirian di akhir malam (tidak berjama’ah ba’da Isya’ di masjid).
  • Mendengarkan bacaan murattal shalat tarawih para imam masjid yang terkenal keahliannya di bidang tajwid, hafalan, dan kelancaran bacaan.
c. Persiapan dakwah, meliputi:
  • Menyiapkan materi-materi untuk kultum, taushiyah, ceramah, khutbah Jum’at dan dakwah bil lisan lainnya.
  • Membuat serlebaran, brosur, pamflet, majalah dinding, buletin dakwah dan lembar-lembar dakwah yang mengingatkan kaum muslimin tentang tata cara menyambut Ramadhan.
  • Mengikuti kultum, ceramah-ceramah, dan pengajian-pengajian yang diadakan di sekitar kita (lingkungan masjid, tempat kerja, tempat belajar-mengajar) baik sebagai pemateri atau peserta sebagai bentuk persiapan dan pembiasaan diri untuk mengikuti kegiatan serupa di bulan Ramadhan.
  • Mengadakan pesantren kilat, kursus keislaman, islamic study dan acara-cara sejenis.
d. Persiapan Keluarga, meliputi:
  • Menyiapkan anak-anak dan istri untuk menyambut kedatangan Ramadhan dengan mengenalkan kepada mereka persiapan-persiapan yang telah disebutkan di atas.
  • Membiasakan mereka untuk menjaga shalat lima waktu, shalat sunnah Rawatib, shalat dhuha, shalat malam (tahajud dan witir), dan membaca Al-Qur’an.
  • Memberikan taushiyah /kultum harian jika memungkinkan.
  • Meminimalkan hal-hal yang melalaikan mereka dari amal shalih di bulan Sya’ban dan Ramadhan, seperti musik-musik dan lagu-lagu jahiliyah, menonton TV, dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak membawa manfaat di akhirat.
  • Menyisihkan sebagian pendapatan untuk sedekah di bulan ini dan bulan Ramadhan.
e. Persiapan Mental
  • Menyiapkan tekad yang kuat dan sungguh-sungguh untuk:
  • Membuka lembaran hidup baru dengan Allah SWT, sebuah lembaran putih yang penuh dengan amal ketaatan dan berisi sedikit amal-amal keburukan
  • Membuat hari-hari kita di bulan Ramadhan tidak seperti hari-hari kebiasaan kita di bulan lain yang penuh dengan kelalaian dan kemaksiatan
  • Meramaikan masjid dengan melakukan shalat lima waktu secara berjama’ah di masjid terdekat dan menghidupkan sunah-sunah ibadah yang telah lama kita tinggalkan, seperti: bertahan di masjid ba’da Subuh sampai terbitnya matahari untuk dzikir, tilawah Al-Qur’an, atau belajar-mengajar; hadir di masjid sebelum adzan dikumandangkan; bersegera ke masjid untuk mendapatkan shaf awal; menunggu kedatangan imam dengan shalat sunnah dan niat I’tikaf; dst.
  • Membersihkan puasa dari hal-hal yang merusak pahalanya, seperti bertengkar, sendau gurau dan perbuatan-perbuatan iseng yang sekedar untuk mengisi waktu tanpa membawa manfaat akhirat sedikit pun (main catur, main kartu, nongkrong bareng sambil menyanyi dan main gitar; dst)  
  • Menjaga dan membiasakan sikap lapang dada dan pemaaf
  • Beramal shalih di bulan Ramadhan dan memulai banyak niat sedari sekarang. Seperti; niat bertaubat, niat membuka lembaran hidup baru dengan Allah, niat memperbaiki akhlak, niat berpuasa ikhlas karena Allah semata, niat mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sekali, niat shalat tarawih dan witir, niat memperbanyak amalan sunah, niat mencari ilmu, niat dakwah, niat membantu menolong dan menyantuni sesama muslim yang membutuhkan, niat memperjuangkan agama Allah, niat umrah, niat jihad dengan harta, niat I’tikaf; dst)
f. Persiapan Jihad melawan hawa nafsu
  • Mengekang hawa nafsu dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan keinginan hidup mewah, boros, kikir, dan menikmati makanan-minuman yang lezat atau pakaian yang baru di bulan Ramadhan
  • Membiasakan lisan untuk mengatakan perkataan-perkataan yang baik dan bermanfaat; mencegahnya dari mengucapkan perkataan-perkataan keji, jorok, menggunjing, mengadu domba, dan perkataan-perkataan yang tidak membawa manfaat di akhirat
  • Mencegah hawa nafsu dari keinginan untuk melampiaskan kemarahan, kesombongan, penyimpangan, kemaksiatan dan kezaliman
  • Membiasakan diri untuk hidup sederhana, ulet, sabar, dan sanggup memikul beban-beban dakwah dan jihad di jalan Allah
  • Melakukan muhasabah (introspeksi) harian dengan membandingkan antara program-program persiapan di atas dan tingkat keberhasilan pelaksanaannya.
Inilah sekelumit amalan sunnah di bulan Sya’ban dan persiapan yang selayaknya dilakukan oleh kaum muslimin dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Semoga kita termasuk golongan yang bisa berniat, berucap, dan berbuat yang terbaik di bulan Sya’ban dan Ramadhan yang akan datang. Hanya kepada Allah SWT kita memohon petunjuk dan pertolongan.

BULAN SYA'BAN

BAHASA INDONESIA 2#

PENGERTIA BULAN SYA'BAN




Bulan Sya’ban adalah bulan yang ke-8 dalam sistem kalender Islam. Bulan Sya’ban berada di antara bulan hijriyah Rajab dan Ramadhan. Nama bulan ini berakar dari kata bahasa arab tasya’aba yang berarti berpencar. Pada masa itu, kaum arab biasa pergi memencar, keluar mencari air. Bulan Sya’ban juga berasal dari kata sya’aba yang berarti merekah atau muncul dari kedalaman karena ia berada di antara dua bulan yang mulia juga.
Rasulullah menyebut bulan Sya’ban ini sebagai bulan yang sering dilupakan manusia. Ia dilupakan karena berada di antara dua bulan yang menyedot perhatian: bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan Rajab diperhatikan karena ia merupakan salah satu dari bulan Haram, sementara Ramadhan karena adanya kewajiban puasa sebulan penuh di dalamnya.

Jumat, 17 Mei 2013

BULAN RAJAB


TUGAS B.INDONESIA 2#


KISAH TELADAN DIBULAN RAJAB

ketika di zaman Nabi S.A.W, terdapat seorang perompak jalanan yang terkenal. Setiap tengah malam, dia akan menangkap dan merompak siapa saja yang ditemuinya berjalan sendiri. Kadang-kala, dia akan memukul dan membunuh orang yang dirompaknya. Setelah merompak, dia terus pulang ke rumah. Tidak ada seorang pun yang mampu menangkap lelaki tersebut. 
Disebabkan kekejamannya, Nabi S.A.W telah berkata dengan perasaan marah tentang lelaki tersebut: “orang itu jahat, jika dia meninggal, aku tidak akan menyembahyangkan dan mengkebumikannya di tanah perkuburan orang Muslim”. Setelah beberapa tahun kemudian, lelaki tersebut meningggal dunia. Dia mempunyai seorang anak perempuan.
 
Malangnya, anak perempuan itu tidak mau menemui seorang pun yang mau membantunya untuk mengurus jenazah ayahnya. Disebabkan Nabi S.A.W pernah mencela perbuatan ayahnya- tidak akan menyembahyangkan dan mengkebumikannya di tanah perkuburan orang Muslim, orang-orang nakal telah membawa jenazah tersebut melalui jalan Madina dan membuangnya ke dalam sebuah tempat kotor .
 
Setelah jenazah itu dibuang, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad S.A.W dan berkata, “Ya Habibi ya Muhammad! Wahai kekasih Ku Nabi S.A.W, hari ini seorang dari wali Ku telah meninggal dunia. Kamu harus pergi dan memandikannya, mengkafankannya, menyembahyangkanya serta mengkebumikannya.” Nabi S.A.W terkejut, sepanjang hidupnya baginda telah mencela lelaki tersebut.
 
Sekarang apabila lelaki tersebut meninggal dunia, Allah memberitahukan baginda bahwa lelaki tersebut sebenarnya adalah wali-Nya. Bagaimana dia bisa menjadi wali? Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat mencampuri urusan pengetahuan Allah, walaupun Nabi S.A.W. Jika Allah mau menjadikan seorang perompak sebagai wali-Nya, tidak boleh sama sekali kita bertanya “KENAPA?” Kita mesti menerimanya.
 
Oleh sebab itu, mengikuti ajaran Sufi dan ajaran di dalam tarekat , kita mesti memandang orang disekeliling lebih baik daripada kita. Kita tidak tau jika Allah akan menaikkan makam seseorang kepada makam yang lebih tinggi daripada makam kita; Siapa tahu? Tidak akan ada seorang pun yang akan tau, oleh yang demikian janganlah kita mencampuri urusan-Nya.
 
Jangan memandang rendah kepada orang laen. jika kita merasa kita lebih baik daripada mereka. Kita tidak tahu ada orang tersebut, pada pandangan Allah adalah wali ataupun tidak. Siapa yang tahu? yang demikian, kita perlu memandang tinggi kepada orang lain, menghormati mereka dan sentiasa merendahkan diri sendiri. Jangan sama sekali menunjukkan ego dan senantiasa berpuas hati. Allah berkata kepada Nabi S.A.W, “Ya Rasulullah, pergi cari dia dan bersihkan dia.” Dengan serta merta, Nabi S.A.W memanggil Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq dan berkata, “Wahai Abu Bakar, kita perlu pergi dan mencari ‘lelaki’ tersebut. Abu Bakar berkata, “Ya Rasulullah, baginda pernah berkata bahwa baginda tidak akan mengkuburkan lelaki tersebut di tanah pemakaman orang Islam, dia bukan seorang muslim!” Nabi S.A.W berkata, “Tidak, tinggalkan persoalan Muslim. Allah memberitahuku tentang lelaki tersebut adalah seorang wali!” Apa yang telah dilakukan oleh perompak tersebut sepanjang hidupnya sehingga dia menjadi seorang wali? Sepanjang hidupnya, dia telah membunuh, merompak dan mencuri.
 
Nabi S.A.W pergi ke tempat tersebut, mengambil mayat lelaki tersebut dengan tangan baginda sendiri, dan membawanya pulang ke rumahnya dengan sahabat-sahabatnya. Kemudian, baginda membersihkannya, memandikannya, mengkafankannya, menyembahyangkannya dan seterusnya membawa jenazah lelaki tersebut ke masjid Nabi S.A.W. ke Jannat ul-Baqi. Jarak perjalanan dari masjid ke Jannat ul-Baqi berjarak 15 menit jika berjalan kaki.
 
Namun begitu, Nabi S.A.W menempuh jalan tersebut lebih dari dua jam untuk sampai dari tempat yang pertama ke tempat yang kedua. Semua sahabat-sahabat baginda merasa heran melihat cara rasulullah S.A.W. berjalan. Dengan tangan baginda sendiri baginda telah membersihkan lelaki tersebut, memandikannya dan menyembahyangkannya.
 
Semasa baginda membawa jenazah tersebut ke tanah kuburan, baginda berjalan menggunakan jari kakinya (secara mengjinjat). Lantas sahabat-sahabat baginda bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau berjalan demikian?” Baginda menjawab, “Allah telah memerintahkan semua wali yang ada di timur dan barat, dan semua malaikat yang berada di tujuh surga dan semua para wali hadir dan mengiringi jenazah ini. Mereka semua terlalu banyak dan memenuhi jalan, dan aku tidak mempunyai tempat untuk berjalan. Sepanjang hidupku, aku tidak pernah terkejut seperti hari ini.”
 
Sesudah mengkebumikan lelaki tersebut, Nabi S.A.W tidak berkata dengan siapapun. sebaliknya baginda terus pulang ke rumah dengan badan yang bergetar-getar. Baginda duduk dengan Sayydina Abu Bakar dan bertanya kepada baginda tentang apa yang telah dilakukan oleh wali tersebut; menjadi perompak sepanjang hidupnya tetapi mendapat tempat yang cukup tinggi di sisi Allah.
 
Sayyidina Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, aku berasa malu untuk bertanyakan tentang apa yang telah aku saksikan hari ini, ia sesuatu yang mengherankan.” Kemudian, Nabi S.A.W. menjawab,” Wahai Abu Bakar, aku lebih terkejut daripada kamu, dan aku sedang menunggu kehadiran Jibril dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi” Jibril datang, Nabi S.A.W berkata,” Wahai Jibril, apakah yang terjadi sebenarnya?” Jibril menjawab,” Wahai Nabi S.A.W., janganlah engkau bertanya kepadaku. Aku juga heran seperti baginda. Oleh sebab itu, jangan merasa heran karena itu adalah kehendak Allah .manusia tidak dapat melakukan itu semua dan Dia memberitahu baginda untuk bertanya pada anak laki-laki tersebut tentang apa yang telah terjadi semasa hidupnyanya.”
 
Dengan segera baginda pergi tidak ditemani oleh Sayydina Abu Bakar, Nabi S.A.W. dengan sendirinya pergi ke rumah perompak tersebut. Nabi S.A.W. dengan rendah diri baginda merendahkan diri sebagai manusia paling sempurna yang dicintai Allah pergi ke rumah perompak tersebut untuk bertanyakan apa yang telah dilakukan oleh ayahnya semasa hidupnya: “Wahai anakku, ceritakan kepadaku bagaimana kehidupan ayahmu.” Anak perempuan lelaki itu berkata, “Wahai Rasulullah, aku begitu malu dengan apa yang akan aku ceritakan kepada kamu. Ayahku seorang pembunuh, seorang pembunuh. Aku tidak pernah melihat dia melakukan melakukan kebaikan. Dia merompak dan mencuri siang dan malam kecuali satu bulan. AKAN TETAPI Apabila bulan tersebut tiba, dia akan berkata: “Bulan ini adalah bulan tuhanku, kerana ayahku pernah mendengar engkau berkata, Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan Nabi S.A.W. dan Ramadan adalah bulan umat Muhammad.” Kemudian ayahku berkata lagi, “aku tidak tau dengan bulan Nabi S.A.W. atau bulan umat Muhammad, kecuali bulan tuhanku. Oleh sebab itu aku akan duduk di dalam bilikku bersendiriaan, dan bersuluk sepanjang bulan ini.
 
Nabi S.A.W bertanya kepada anak perempuan itu lagi, “Apakah jenis suluk yang dia lakukan?” Dia menjawab,” Wahai Rasulullah, satu hari ketika ayahku sedang berjalan untuk mencari seseorang yang akan dirompaknya, dia bertemu dengan seorang lelaki tua yang berumur 70-80 tahun. Lantas ayahku memukulnya hingga pingsan, dan kemudiannya merompaknya. Dia menemukan sehelai kertas kecil yang tergulung pada orang tua tersebut. Kemudian, dia membukanya dan mendapati di dalamnya ada satu doa. Ayahku amat gembira dengan doa tersebut.
 
Setiap tahun, apabila datang bulan Rajab-bulan Allah , ayahku akan duduk bersendirian dan membaca doa tersebut siang dan malam, menangis dan membaca, kecuali keluar untuk makan dan membersihkan diri. Apabila bulan Rajab berakhir, dia akan bangun dan berkata, bulan Allah telah tamat, sekarang untuk menyenangkanku aku akan kembali merompak dan mencuri untuk 11 bulan yang akan datang.
 
Doa (Doa awliya’ Abbas) yang digunakan oleh lelaki tersebut adalah sangat penting dan kita dinasehatkan untuk membacanya 3 kali sehari ketika bulan Rajab. guru saya berkata doa ini mencuci semua dosa dan menjadikan kamu putih seperti bayi yang baru dilahirkan. Doa ini amat terkenal di dalam ajaran sufi. Apabila Nabi S.A.W meminta anak perempuan lelaki tersebut memberikan doa tersebut kepadanya, baginda terus mencium kertas doa tersebut dan menyapunya pada badan baginda. Jangan tinggalkan doa dan amalkannya ketika bulan ini datang, teruskan membacanya, dan Allah akan memberi kepada kita, Insyallah. tergantung kepada niat masing-masing.
 
Allah telah berkata kepada Nabi S.A.W., “Wahai Nabi yang Kucintai, orang itu telah datang dan memohon ampunan kepadaKu di dalam bulan yang sangat berharga. Oleh karena itu, dia berkorban satu bulan penuh dalam setahun untukKu, Aku ampuni semua kesalahannya, dan aku ganti semua dosanya dengan pahala . Kerana dia mempunyai terlalu banyak dosa, sekarang dia mempunyai banyak ganjaran, dan dia kini menjadi wali besar.” Kerana satu doa, Allah jadikan seseorang yang tidak pernah beribadat sepanjang hidupnya menjadi wali.

BULAN RAJAB


TUGAS B. INDONESIA 2#

14 FADHILAH DIBULAN RAJAB


Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia, yang telah Allah Ta’ala sebutkan sebagai asyhurul hurum (bulan-bulan haram). Maksudnya, saat itu manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak

Di balik keagungan bulan Rajab, ada 14 fadilah bulan Rajab sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Durarun Nasihin. Fadilah tersebut adalah pembersihan dosa, pengabulan doa dan banyak karunia lainnya.

14 fadilah bulan rajab tersebut adalah sebagai berikut:

1. Orang yang menyambut kehadiran malam pertama Rajab, bersih dari dosa
2. Orang yang shalat sunat sesudah Maghrib di malam Rajab dihindarkan dari malapetaka dunia akhirat
3. Orang yang puasa di bulan Rajab dianugrahi berbagai karunia pengampunan, pengabulan permohonan, perlindungan dari penyakit dan malapetaka
4. Disediakan bengawan untuk orang yang bershalawat di bulan Rajab
5. Malaikat memohonkan keselamatan bagi umat Muhammad setiap malam Jumat Rajab
6. Setiap melewati sepertiga malam Jumat Rajab, malaikat memohon keampunan bagi orang yang berpuasa Rajab
7. Orang yang menyesali dosanya di bulan Rajab, catatan kemaksiatannya dihapus
8. Orang yang memuliakan Rajab, tidak akan kesepian di dalam kubur
9. Orang yang berpuasa Rajab tidak akan kelaparan di hari kiamat
10. Keluarga Rajab melintasi shiratal mustaqim bagai kilat
11. Orang yang puasa di bulan Rajab tidak akan menderita siksaan kubur
12. Lipatan kebaikan pada bulan Rajab adalah 70x lipat
13. Menghormati bulan Rajab menyebabkan ringan dari dahaga saat meninggal dunia
14. Orang yang berpuasa sehari di bulan Rajab pasti masuk surga.

BULAN RAJAB


TUGAS B.INDONESIA 2#

AMALAN-AMALAN BULAN RAJAB

Bulan Rajab, sungguh mengajarkan kepada kita bahwa kita Allah pasti memiliki rencana, kelak kita akan mensyukuri sebuah karunia setelah berbagai cobaan yang kita rasakan. ”Paket perjalanan” Rasulullah di bulan Rajab merupakan sebuah pelajaran sangat berharga bagi kita bahwa setiap kesusahan dan rintangan dalam menjalankan misi dakwah pasti digantikan dengan anugerah yang menjadikan hidup kita lebih berkualitas.
 Di-antara contoh-contoh amalan-amalan yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rajab adalah:
1.    Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rajab.
2.    Mengadakan shalat khusus pada malam Jum’at minggu pertama bulan.
3.    Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15 Rajab).
4.    Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra’ dan Mi’raj).
5.    Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab.
6.    Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab.
7.    Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab.
8.    Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab.
9.    Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab.
10.  Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab.
11.  Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab.
12.  Umrah khusus di bulan Rajab.
13.  Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu dijelaskan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a:
“Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Ramadhan.” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzar).


BULAN RAJAB

TUGAS BAHASA INDONESIA 2#
RAJAB

 Bulan Rajab merupakan bulan ke tujuh dalam penanggalan Islam (Hijriah). Pada bulan ini terdapat sebuah peristiwa yang sangat agung dan suci yakni Isra Miraj Nabi Muhammad saw. Dimana peristiwa suci itu merupakan awal dari perintah Allah kepada umat Muhammad saw  untuk menjalankan perintah salat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram atau muharram yang artinya bulan yang dimuliakan.

Dalam kepercayaan Umat Islam, dikenal empat bulan haram (suci) satu diantaranya Rajab, dimana secara berurutan adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri,  Rajab.
Dinamakan bulan suci  karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan  ini, Al-Qur’an menjelaskan:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Keagungan Rajab membuat bulan ini menjadi bulan ibadah, seperti puasa. Banyak masyarakat Islam yang sering kali tidak mengerti kesucian puasa pada bulan yang agung Rajab ini.

Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

"Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan  Rajab). Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

Terakhir,dalam sebuah referensi Nabi Muhammad saw pernah bersabda:  "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."

Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”

Minggu, 07 April 2013

Manfa'at Bersholwat

 TULISAN BAHASA INDONESIA 2#

INDAHNYA BERSHOLAWAT

Pada umumnya manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tetapi pada Awalnya sebelum kita diciptakan oleh Allah SWT, Allah SWT menciptakan manusia yang sangat mulia, manusia yang sangat Allah sayangi yaitu " Baginda Nabi Muhammad SAW " karena beliaulah satu- satunya manusia yang patut kita contoh. oleh karena bersholawatlah kepada Rosululloh SAW, bagaimana pun kondisi kita Insyalloh Allah Akan memberi kebaikan kepada kita.
Lafadz sholawat yang mana saja, asalkan yang baik menurut pandangan islam, bisa kita lihat contoh sholawat dibawah ini:


Banyak manfaat- manfaat yang kita dapat dengan bersholawat, diantaranya: 
  •  Mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Memperoleh limpahan rahmat dan kebajikan dari Allah SWT
  • Melapangkan dada dan hati yang sempit bila seseorang membacanya 100 kali
  • Menjadikan sebab doa kita diterima dan dikabulkan Allah SWT
  • Mendekatkan kedudukan kepada Rasulullah SAW di Hari Kiamat
  • Melipatgandakan pahala yang diperoleh terutama bila seseorang banyak membaca shalawat di hari Jumat
  • Menggantikan sedekah bagi orang-orang yang tidak mampu bersedekah
  • Menghilangkan kesusahan, kegundaham dan melapangkan rezeki
  • Memenuhi stu hak Rasulullah SAW atau memenuhi suatu ibadah yang diwajibkan Nabi SAW kepada umatnya
  • Diangkat sepurluh derajat atas kedudukannya di sisi Allah SWT
Dan masih banyak manfaat- manfaat sholawat lainnya yang sangat membantu kehidupan dunia dan akhirat kita nanti agar selamat alam dunia dan akhirat.